Karawang Jadi Pilot Project Pemetaan Sawah Nasional

KARAWANG, KarawangNews.com - Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjadikan Kabupaten Karawang sebagai lokasi awal untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengumpulan Data Lahan Berbasis Peta yang merupakan tahap awal program Pemetaan Lahan Nasional. Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Indo Alam Sari Interchange Karawang Barat Rabu (4/9/2013) di bawah bimbingan Tim Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian.

Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala UPTD Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan, Kepala BP3K, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, serta para PPL dan THL se-kabupaten Karawang.

Dijelaskan Plt. Sekretaris Daerah Kabuupaten Karawang, Drs. H. Teddy Rusfendi Sutisna. perkembangan Kabupaten Karawang saat ini sangat signifikan dan dalam beberapa tahun ke depan perkembangan tersebut akan semakin pesat. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian semua, khususnya terkait dengan kondisi lahan pertanian yang ada, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan daerah yang semakin pesat tersebut.

Adanya perbedaan dalam jumlah lahan baku sawah yang dimiliki BPS, BPN, serta kondisi riil yang ada sangat mungkin terjadi. Ini karena perbedaan dalam kondisi 'existing' dengan data administratif, sehingga terdapat kemungkinan kondisi yang sebenarnya kurang dari data administratif yang ada.

“Hal ini tentunya perlu diluruskan karena akan berpengaruh terhadap capaian produksi pertanian ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Sekda juga mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan akan menjadi embrio bagi Kabupaten Karawang untuk menentukan lahan pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, dapat diketahui secara pasti berapa dan dimana lokasi lahan pertanian yang tidak boleh diganggu gugat, melainkan harus terus dipelihara di masa yang akan datang.

“Ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua dalam rangka meng-sinkron-kan data untuk mengetahui lahan pertanian yang pasti,” ujarnya seraya menyarankan agar kegiatan ini hendaknya juga dapat implementasikan pada sektor lainnya, seperti perikanan dan kelautan.

Di tempat sama, Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, Ir. Tasrimbillah, M.Sc. menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan data lahan pertanian dan perkebunan yang ada. Intinya, dengan menyusun neraca lahan yang ada, maka perubahan atau peralihan status lahan bisa terus diikuti perkembangannya.

“Setidaknya setiap tahun dapat tercipta data lahan pertanian yang up to date,” ujarnya.

Ketidakakuratan data lahan sawah yang dimiliki akan menimbulkan kendala terhadap pemecahan masalah pertanian. Dimana tanpa data akurat, tentunya akan sulit untuk menghitung kapasitas produksi yang sebenarnya. Selain itu, keputusan import beras akan menjadi lebih tepat apabila di dukung dengan data akurat, apakah perlu import atau tidak.

“Program ini akan diterapkan secara nasional di seluruh Indonesia, dimana Kabupaten Karawang menjadi salah satu pilot project-nya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Karawang, Ir. Kadarisman menambahkan, saat ini terdapat perbedaan data lahan sawah yang dimiliki oleh Dinas Pertanian, Perum Jasa Tirta II, BPS, BPN dan citra satelit. Dinas Pertanian melalui kegiatan pendataan lahan yang dilakukan oleh para penyuluh mendapatkan data luas lahan baku sawah di Kabupaten Karawang mencapai 93.800 hektar dengan kepemilikan sawah dari luar Kabupaten Karawang mencapai 3.400 pemilik. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -