Bupati Salut Kepada Anak TK-PAUD yang Menari Jaipong Masal

Drs. H. Ade Swara dan Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Agus Supriatman usai mendapat rekor Muri Jaipong.
Hj. Nurlatifah Ade Swara.
KARAWANG, KarawangNews.com - Dalam pidatonya di acara tari Jaipong 10 ribu anak TK-PAUD se-Kabupaten Karawang, Bupati Karawang H. Ade Swara menyatakan, pelaksanaan otonomi dalam bidang pendidikan yang sesungguhnya adalah pada penyelenggaraan pendidikan oleh lembaga formal atau non formal, dengan mengutamakan percepatan pengembangan sumber daya manusia menjadi human asset nasional, yang mendorong serta meningkatkan tanggung jawab pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, dengan lebih mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan potensi yang ada.

Untuk mewujudkan hal tersebut diatas, proses pendidikan hendaknya dimulai dari sejak usia dini baik melalui jalur formal maupun informal. hal ini sebagaimana telah di atur dalam pasal 28 ayat (2)  undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang ‘sistem pendidikan nasional’.

Pelaksanaan proses pendidikan sejak usia dini ini beranjak dari kenyataan, mulai usia 4 tahun merupakan masa keemasan perkembangan seorang anak. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian di bidang neurologi yang menyatakan perkembangan intelektual seseorang telah mencapai 50 persen ketika anak berusia 4 tahun, 80 persen setelah anak berusia 8 tahun dan genap 100 persen setelah anak berusia 18 tahun.

Selain itu, pada usia anak-anak merupakan suatu masa yang sangat ideal dalam pembentukan landasan jiwa dan kepribadian, baik dalam pembinaan jasmani melalui pemenuhan gizi yang cukup, maupun pendidikan rohani, yaitu pembentukan mental spiritual atau akhlak mulia, karena beranjak dari masa tersebut setidaknya akan berpengaruh pada pembentukan moral dan budi pekerti seseorang dalam tahap perkembangan selanjutnya.

Pada tahun anggaran 2013, pemerintah kabupaten karawang telah mengalokasikan untuk menunjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai berikut :
1.    BOPF PAUD formal (TK) sebanyak 131 lembaga dan paud non formal sebanyak 660 lembaga masing-masing sebesar Rp 1.800.000.
2.    Pelatihan guru PAUD sebanyak 250 orang.
3.    Pelatihan pengelola PAUD  sebanyak 100 orang.
4.    Gebyar anak PAUD sehat, cerdas dan ceria.
5.    Insentif guru sebanyak 1.200 orang masing-masing Rp 58.750 per orang per bulan.

Selain itu, sebagai apresiasi kepada guru-guru PAUD, insentif guru yang semula hanya sebesar Rp 50.000 per orang per bulan, pada perubahan APBD ini telah di usulkan menjadi Rp 100.000 per orang per bulan dan bagi mereka yang tidak terdaftar pada Semester I, maka pada Semester II seluruhnya akan mendapatkan insetif.

“Terlepas dari terwujud atau tidaknya pemecahan rekor muri, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi kita bersama untuk benar-benar fokus pada upaya pengembangan karakter dan budaya masyarakat sejak dini,” ucap bupati.

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini, yang akan mendukung perwujudan generasi masa depan yang berkualitas dan unggul serta siap serta mampu menghadapi persaingan global yang akan semakin keras dan ketat.

“Marilah kita jadikan pendidikan sebagai kekuatan human investment  dan social capital, baik untuk kepentingan pembangunan daerah maupun  pembangunan nasional. Melalui pendidikan, kita antarkan generasi penerus menjadi generasi  yang kuat, terpandang dan diperhitungkan dalam percaturan regional maupun internasional,” kata bupati.

Sementara itu, Bunda PAUD Karawang, Hj. Nurlatifah Ade Swara mengatakan, PAUD adalah lembaga berbasis masyarakat yang dikelola dan dikembangkan atas peran aktif masyarakat dan ditujukan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini, keberadaan PAUD sesungguhnya dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.

Dalam perkembangannya, keberadaan PAUD saat ini terus berkembang pesat, dimana jumlah PAUD di Kabupaten Karawang telah mencapai lebih dari tujuh ratus lembaga. Bahkan, jumlah PAUD yang cukup banyak tersebut masih belum termasuk lembaga PAUD yang ada di tingkat taman kanak-kanak. Kondisi ini tentunya sangat menggembirakan, karena secara tidak langsung telah menunjukkan kepedulian masyarakat Kabupaten Karawang terhadap kualitas pendidikan anak-anaknya sejak dini.

Di sisi lain, jumlah PAUD yang cukup banyak dan terus berkembang secara kuantitas tersebut tentunya harus diiringi dengan adanya peningkatan kualitas PAUD itu sendiri, tidak hanya dari segi kualitas dan mutu pendidikan saja, juga turut memiliki sistem manajemen dan administrasi yang baik.

“Kegiatan ini setiap tahun kita selenggarakan, yaitu Gebyar Anak PAUD cerdas ceria yang diikuti perwakilan taman kanak-kanak dan PAUD di tiap-tiap kecamatan se-kabupaten karawang. Namun, perlu saya sampaikan bahwa untuk tahun ini berbeda dan sangat istimewa, karena diikuti oleh 10.000 anak taman kanak-kanak dan PAUD se-kabupaten karawang, yang khusus dipersembahkan sebagai kado Hari Jadi Kabupaten Karawang Ke-380 tahun 2013. Lebih membanggakan lagi, kegiatan ini akan tercatat di Museum Rekor Indonesia Dunia,” ucapnya.

Diakuinya, kegiatan ini memang sangat di repotkan orang tua, mulai dari latihan di kecamatan dan latihan gabungan di stadion, karena bagaimana pun anak-anak yang hadir dalam kegiatan ini tidak bisa di lepas dari orang tua.

Selain itu, Bunda PAUD Kabupaten Karawang juga istri bupati, Hj. Nurlatifah menyatakan, dia sangat menyadari tanpa bantuan dari para orang tua siswa TK-PAUD ini maka semua kegiatan pagelaran tari tradisional Jaipong oleh 10.000 siswa TK-PAUD tidak akan berjalan sukses.

Dia mengingatkan, pentingnya pendidikan anak di usia dini, karena dalam sejumlah penelitian yang telah dilakukan memperoleh kesimpulan,  fase usia dini sangat krusial bagi pengembangan anak ke depan. Selain akan menjadi fondasi untuk pendidikan lebih lanjut, fase usia dini merupakan awal terbentuknya karakter seorang anak. Pada fase keemasan tersebut, karakter seorang anak dapat dikemas dan dibentuk, sehingga memiliki perilaku dan akhlak yang luhur.

“Melalui kegiatan pagelaran tari tradisional anak-anak TK dan PAUD ini, tentunya secara tidak langsung diharapkan dapat menumbuhkan cinta budaya tanah air, melalui pengenalan budaya daerah sejak usia dini.

Dengan demikian,  berbagai warisan luhur budaya daerah yang telah ada hingga saat ini tidak akan punah, tetapi dapat terus lestari hingga generasi-generasi yang akan datang, karena mereka telah dikenalkan dengan budaya tersebut sejak dini,” ucapnya. (rls/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -