PK Pontren Road Show Lagi, Wajib DTA Belum Maksimal

KARAWANG, KarawangNews.com - PK Pontren Kantor Kemenag Kabupaten Karawang kembali melaksanakan 'road show' DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) ke empat wilayah di Kabupaten Karawang, setelah melaksanakan 'road show' ke tiga wilayah selama bulan Ramadhan kemarin.

Dijelaskan Kasi PK Pontren, H. Sopian didampingi staff-nya Zaeni Dahlan, Senin (26/8/2013) siang, 'road show' ini awalnya akan dituntaskan pada Ramadhan, tetapi dari tujuh wilayah yang terselesaikan hanya 3, tinggal 4 wilayah lagi yang akan dilaksanakan sekarang, diantaranya Cilamaya, Telukjambe, Tegalwaru dan Cikampek.

Materi yang disampaikan yakni penggunaan kurikulum berbasis ponpes juga penggunaan buku paket, kemudian pengadministrasian lembaga DTA, juga soal sertifikasi tanah wakaf DTA, termasuk akreditasi lembaga.

"Yang paling penting adalah penggunaan kitab kuning di DTA untuk dua pelajaran pokok, yakni Aqidah dan Akhlak," jelas H. Sopian.

Kendati begitu, PK Pontren Kemenag Karawang masih mendapat keluhan dan kendala dari tiap lembaga DTA, diantarannya kesiapan mental pengelola DTA, karena lembaga ini masih didominasi pengelola ponpes, tetapi disatu sisi mereka setuju kurikulum berbasis ponpes, namun di sisi lain mereka kesulitan beradaptasi melakukan administrasi lembaga.

"Pendidikan agama itu, harus memiliki ciri khas dan tradisi tersendiri, itu sesungguhnya sudah berjalan sejak lama, kurikulum itu sebenarnya melestarikan nilai-nilai budaya Islam," kata dia.

Artinya, sambung H. Sopian, pendidikan diniyah adalah pendidikan agama dan tidak ada pelajaran lain selain agama, tuntutan moralnya yaitu mereka harus berbuat baik, sedangkan tuntutan kompetensinya mereka harus mampu baca-tulis Al Qur'an. Supaya sampai pada sasaran itu, ini tidak bisa dilepaskan pada kultur lembaga yang berbasis pesantren.

"Budaya ponpes kan dengan adanya kitab kuning, sholat berjamaan, setiap jumat harus pakai sarung dan lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, H. Sopian memaparkan, dinas pendidikan Karawang sudah mensosialisasikan DTA, meski tahun ini belum berjalan seluruhnya, dinas pendidikan pun sudah memberi penekanan dan dipastikana akan bisa dilaksanakan tahun ini, tapi akibat terkendala PPDB online, maka persyaratan wajib DTA itu dikesampingkan.

"Dinas pendidikan telah memberikan pernyataan saat MOS (Masa Orientasi Siswa) memberikan edaran, yaitu agar SMP melakukan verifikasi ijazah, dan untuk SD didorong masuk diniyah," kata H. Sopian. (spn)







Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -