Negara Mesir yang Pertama Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Dedi Sudrajat membawa buku DR. Mursi di tengah aksi solidaritas Mesir.
JAKARTA, KarawangNews.com - Jumat (16/8/2013) siang, ribuan massa dari berbagai ormas dan tokoh nasional bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Kedubes Amerika, mereka mengutuk aksi pembantaian yang terjadi di Mesir. Di Masjid Isiqlal, usai Jumatan dilaksanakan pembacaan Qunut Nazilah dan sholat gaib bagi korban pembataian di Mesir, sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan sesama Muslim.

Pada aksi tersebut, seorang tokoh asal Kabupaten Karawang, Dedi Sudrajat menyatakan, pemerintah dan masyarakat Indonesia yang merayakan HUT Kemerdekaan ke-68 ini agar tidak melupakan peran Mesir terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. Tercatat dalam sejarah, negara yang pertama kali menyatakan dukungan Kemerdekaan RI itu adalah Mesir, negara kedua Palestina, ketiga Syiria kemudian menyusul negara-negara lainnya. Pada 22 Maret 1946, Mesir atas desakan Ikhwanul Muslimin melalui Syeikh Hasan Al-Bana mengakui Kemerdekaan Indonesia.

Kemudian, saat Aceh tertimpa Tsunami tahun 2004 lalu, Ikhwanul Muslimin mengutus DR. Mursi untuk datang dan terjun langsung ke Aceh dan membawa banyak bantuan kemanusiaan.

"Kami mengutuk pembantaian oleh militer Mesir yang sampai hari ini sudah lebih dari ribuan warga sipil tewas," kata Dedi.

Pada aksi solidaritas di Jakarta ini, para aktivis ini menolak kudeta militer yang menggulingkan DR. Mursi sebagai pemenang pemilu secara demokratis yang sah, msyarakat Indonesia meminta agar kembalikan DR. Mursy sebagai Presiden Mesir yang sah juga meminta kepada Pemerintah Indonesia melaui Presiden SBY untuk menarik Kedutaan Besarnya di Mesir sebagai wujud turut prihatinnnya atas tragedi Mesir. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -