Menkes Luncurkan Vaksin Pentavalen di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, M.PH, secara resmi meluncurkan Vaksin Pentavalen dan Program Imunisasi Lanjutan bagi Batita di Kabupaten Karawang. Peluncuran vaksin tersebut ditandai oleh penekanan sirine dan pelepasan balon oleh menteri kesehatan di Lapang Karangpawitan, Kamis (22/8/2013) siang.

Menteri Kesehatan dalam kesempatan tersebut mengatakan, kini anak-anak Indonesia akan lebih terlindungi dari ancaman penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), dengan ditambahkannya vaksin Haemophilus Influenzae type b (Hib) yang diberikan bersamaan dengan vaksin DPT dan Hepatitis B.

Vaksin Pentavalen merupakan pengembangan dari vaksin Tetravalen (DPT-HB) kombinasi buatan Indonesia, vaksin baru ini merupakan gabungan dari 5 antigen, yaitu DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus), Hepatitis B, serta Hib. Kini, kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan sehingga menjadi lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan pada anak, sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya.

“Dengan digunakannya vaksin pentavalen bersama vaksin campak, polio, dan BCG, maka program imunisasi yang semula diarahkan pada pencegahan 7 penyakit menular bertambah menjadi 8 penyakit menular, melalui penambahan antigen Haemophilus Influenzae type b, untuk mencegah Pneumonia dan meningitis pada anak,” ujar Menkes.

Pada kesempatan yang sama, Menkes juga mencanangkan imunisasi lanjutan pada anak batita (bawah tiga tahun). Imunisasi lanjutan ini diberikan pada semua anak usia 1,5 dan 2 tahun, guna meningkatkan kekebalan terhadap campak, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan Hib.

“Cakupan imunisasi nasional pada saat ini telah mencapai 86,8 persen, yang juga telah melebihi target yang ditetapkan yaitu 85 persen,” imbuhnya.

Menyikapi peluncuran distribusi vaksin yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang hadir di acara peluncuran vaksin ini mengatakan, Provinsi Jawa Barat saat ini telah melakukan terobosan dalam memperbaiki distribusi vaksin dengan penyediaan mobil berpendingin.

“Imunisasi di Jawa Barat saat ini telah mencapai 89,2 persen, angka itu jauh melampaui angka cakupan nasional,” ucapnya.

Di hadapan Menkes, Bupati Karawang, H. Ade Swara menjelaskan, masyarakat Karawang patut bangga atas ditunjuknya Kabupaten Karawang sebagai tuan rumah dalam program Kementerian Kesehatan. Terlebih cakupan imunisasi di Kabupaten Karawang telah mencapai 93 persen, jumlah tersebut jauh melampaui yang ditargetkan Kementerian Kesehatan yang hanya sebesar 85 persen.

“Untuk tahun 2013 mendatang, kita optimis cakupan imunisasi dapat meningkat hingga mencapai 95 persen, sehingga pada tahun 2014 bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.

Menurut bupati, hal ini didasari oleh komitmen Pemkab Karawang untuk terus menjadikan pembangunan bidang kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan, dimana imunisasi menjadi salah satu agenda penting dalam proses pembangunan daerah. 

“Tentunya pencanangan ini akan memberikan motivasi bagi kami, baik di jajaran pemerintah Daerah hingga di tingkat kader untuk dapat lebih meningkatkan etos kerja dalam rangka meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan dalam kesempatan tersebut secara simbolis menyerahkan Vaksin Pentavalen kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, serta para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang akan menjadi lokasi dimulainya program imunisasi lanjutan, yaitu Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali. Pada kesempatan itu, Bupati Ade Swara pun turut menyerahkan piagam penghargaan dari Kementerian Kesehatan kepada para Kader Posyandu Berprestasi asal Kabupaten Karawang. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -