GMNI Tuntut Pemkab Bentuk Perda Aset Sejarah

KARAWANG, KarawangNews.com - Kesal akibat Tugu Proklamasi Rengasdengklok kurang diperhatikan Pemkab Karawang, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Karawang melakukan aksi unjuk rasa ke Pemda Karawang. Selain berorasi, mahasiswa melakukan teatrikal dan membawa botol-botol minuman yang mereka temukan di 'bungker' bawah tugu Proklamasi untuk di serahkan kepada pejabat Pemkab Karawang.

Setelah berorasi, para aktivis ini diterima Plt. Sekda Karawang, Teddy Ruspendi, juga Kepala Disbudpar Dadan Sugardan dan beberapa jajaran Satpol PP Karawang. Sebelum memulai audiensinya, mahasiwa memberikan botol-botol minuman keras kepada pejabat Pemkab Karawang yang hadir. Hal itu dilakukan untuk pembuktian dan mengingatkan supaya Pemkab karawang lebih memperhatikan tugu Proklamasi Rengasdengklok.

Ketua GMNI Karawang, Dian Suryana mengungkapkan kekesalannya, karena Pemkab Karawang tidak mengelola baik tugu sejarah perjuangan kemerdekaan RI di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok. Padahal, tugu Proklamasi ini tak hanya bersejarah bagi Karawang tetapi merupakan tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia menuju kemerdekaannya. GMNI mengaku sangat kesal, ketika melakukan aksi pengecatan Tugu Proklamasi pada HUT RI ke-68 kemarin, menemukan sejumlah botol bekas minuman keras di bungker bawah tugu Proklamasi, diduga tugu ini kerap dijadikan tempat mesum dan mabuk-mabukan.

"Temuan botol minuman dari bungker maksiat tersebut menjadi dosa sejarah yang harus diakhiri, kami menuntut kepada Pemkab Karawang untuk peduli kepada Tugu Proklamasi Rengasdengklok, selama ini kami merasa Pemkab kurang peduli. Selain itu, kami pun menuntut Pemkab untuk melakukan pemagaran komplek Tugu Proklamasi, karena jika tidak, tugu itu akan kembali dicoret-coret atau fandalisme akan terus terjadi, sehingga keindahannya pun tidak terjaga," kata Dian.

Padahal, lanjut Dian, kalau saja Pemkab Karawang berkomitmen untuk merawat dan mengelola dengan baik Tugu Proklamasi Rengasdengklok, bukan hanya akan menjaga wibawa dan keindahan Tugu Proklamasi, tetapi bisa menyumbang pendapatan untuk kas daerah jika Pemkab mengelolanya dengan baik.

Menanggapi tuntutan itu, Teddy Ruspendi mengatakan, perawatan terhadap Tugu Proklamasi Rengasdengklok telah dilakukan, hanya mungkin ada beberapa kendala yang membuat kurang maksimal. Bahkan, bukan hanya Tugu Proklamasi, rumah sejarah pun diperhatikan, tetapi belum menemukan titik temu antara Pemkab dan pemilik rumah sejarah terkait rencana Pemkab yang akan membeli rumah sejarah tersebut.

"Untuk perawatan Tugu Proklamasi Rengasdengklok telah kami anggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun sekarang. Bahkan, kami juga berencana akan melakukan pemagaran di komplek tersebut," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang Dadan Sugardan menambahkan, pihak Disbudpar akan terus berupaya merawat Tugu Proklamasi Rengasdengklok dan tempat bersejarah lainnya. Sedangkan terkait Perda Pengelolaan Aset Sejarah dan Budaya Karawang, akan dikaji formula yang tepat untuk diajukan kepada DPRD Karawang.

"Perda tersebut akan kami dorong, karena semangatnya sangat bagus dan juga belum ada Perda tersebut di Karawang," kata Dadan. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -