GMNI Prihatin Tugu Proklamasi Kotor Tak Terawat

RENGASDENGKLOK, KarawangNews.com - Tugu Proklamasi Rengasdengklok, bangunan yang menjadi saksi perjalanan kemerdekaan Indonesia seolah tak terawat dan penuh coretan tangan, bahkan tugu sejarah ini diketahi warga setempat kerap dijadikan tempat mesum. Celakanya, banyak ditemukan botol-botol minuman keras di tugu tersebut. Itu terloihat ketika mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang melakukan pengecatan Tugu Proklamasi dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68, Sabtu (17/8/2013) sore.

Ketua Umum GMNI Karawang, Dian Suryana, S.P mengatakan, aksi corat-coret dan melakukan tidak tidak bermoral tersebut dilakukan masyarakat yang amnesia sejarah dan lupa dengan perkataan founding father bung Karno, 'jas merah'. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat dan menghargai jasa pahlawannya. Untuk itu, aksi corat-corat tersebut merupakan bentuk penghianatan terhadap jasa para pahlawan yang berjuangan di medan perang.

"Tangan-tangan yang menjarah warisan sejarah ini, tidak membuat kami pesimis untuk memperindah tugu bersejarah bagi peradaban bangsa Indonesia. Kami sangat mengecam aksi corat-coret yang tidak terpuji ini," katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan GMNI tidak berarti apa-apa dibanding perjuangan pahlawan bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan. Selain menghapus coretan di tugu itu, GMNI pun melakukan aksi kampanye kepada masyarakat setempat, untuk menjaga danmerawat tugu sejarah ini sebaik-baiknya, mengingat tugu ini adalah tempat refleksi sejarah bangsa.

"Bung Karno pernah berujar, 'ku titipkan Bangsa ini kepadamu'. Kita sebagai kaum muda yang diberi amanah ini, selayaknya harus menjaga titipan dari para pendiri bangsa dengan cara sebaik-baiknya," kata Dian.

Dengan begitu, GMNI tidak akan pernah lelah merawat bangunan tugu Proklamasi. Sebab, meski tugu ini benda mati, tetapi menyimpan spirit seluruh elemen bangsa melawan penjajahan di masa lalu. Tugu Proklamasi adalah simbol perlawanan bangsa ini, simbol yang tidak bisa dibuat main-main.

Diakuinya, tugu sejarah yang diketahui warga sering dijadikan tempat mesum dan ditemukannya banyak berserakan botol miras ini merupakan gambaran kurangnya perhatian pemerintah kepada aset negara ini. Ini membuktikan pemerintah tidak menjaga baik tugu sejarah.

Ditegaskan Dian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang harus jeli melihat kondisi ini, bupati pun tak lantas berpangku tangan, karena wibawa tugu kebulatan tekad runtuh seketika akibat tugu yang tak terawat. Ini berbanding terbalik dengan perjuangan rakyat Karawangb di masa penjajahan lalu, mereka rela mengorbankan darah dan nyawa untuk kemerdekaan negaranya dan bagi kesejahteranaan anak cucunya di masa kini.

"Kalau saja Pemkab Karawang berkomitmen terhadap perawatan tugu Proklamasi, bukan hanya menjaga kewibaan tugu Proklamasi yang kaya akan nilai sejarah bisa terjaga, tetapi apabila dikelola dengan baik akan bisa menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Karawang," kata Dian.

Melalui aksi GMNI ini, para aktivis ini mendesak Pemkab Karawang agar lebih maksimal dalam mengelola dan merawat tugu Proklamasi Rengasdengklok, GMNI pun mengajak kepada masyarakat dan aparat setempat agar lebih maksimal dalam menjaga dan merawat tugu Proklamasi dari tangan-tangan jahil dan perbuatan tidak terpuji, agar kewibaan tugu Proklamasi tetap terjaga.

"Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa menjaga kewibawaan dan marwah kemerdekaan," tambahnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -