Bupati dan Jajaran Pemkab Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang H. Ade Swara didampingi Wakil Bupati dr. Cellica Nurrachadiana serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yakni Kapolres Karawang, Dandim 0604/Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang dan Ketua DPRD juga para pejabat daerah dan para camat mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada Sidang Paripurna DPR RI, Jum'at (16/8/2013) siang.

Acara mendengarkan pidato presiden tersebut diselenggarakan pada saat Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Karawang, bertempat di Aula Husni Hamid Pemda Karawang. Melalui televisi layar besar yang disediakan di dalam dan luar ruangan, Bupati Ade Swara yang juga didampingi oleh istrinya, Hj. Nurlatifah bersama para tamu undangan lainnya mendengarkan secara seksama apa yang menjadi fokus perhatian Presiden dalam pidatonya.

Sidang Paripurna Istimewa DPRD Karawang dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang. Sidang Paripurna DPRD dipimpin secara langsung oleh Ketua DPRD Karawang, H. Tono Bahctiar.

Acara Sidang Paripurna Istimewa DPRD diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan kemudian dilanjutkan pidato pengantar Ketua DPRD. Acara kemudian dilanjutkan dengan acara pokok yaitu hanya mendengarkan pidato Presiden SBY di depan Sidang DPR RI. 

Dalam agenda pertama, Presiden menyampaikan Pidato kenegaraan dalam rangka HUT RI Ke-68. Sedangkan pada sesi kedua yang diselenggarakan usai Shalat Jumat pukul 14.00 WIB, presiden menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2014.

Dalam pidatonya, Presiden menekan akan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap kemajemukan, karena kemajemukan merupakan hakikat Indonesia yang harus dipertahankan, dan dirinya secara tegas menyatakan bahwa perbedaan tidak bisa dijadikan alasan bagi tindakan kekerasan.

"Kita harus memaknai kemajemukan ini, harus cegah benturan dan kekerasan komunal. Kita tidak membeda-bedakan orang serta kelompok," ujar SBY.

Sesuai dengan konstitusi, menurut Presiden, tidak diperkenankan adanya pembedaan terhadap individu dan kelompok, sebab setiap individu memiliki hak untuk hidup. Perbuatan kelompok radikal yang kerap main hakim sendiri dan melakukan kekerasan terhadap agama, aliran atau latar belakang tertentu jelas menyimpang dari konstitusi yang menjadi dasar negara.

Presiden melanjutkan, dialog dan diskusi menjadi harus mejadi pilihan ketika terjadi gesekan dan ketidakpahaman antarsatu kelompok dengan lainnya. Pemahaman mengenai kemajemukan dan perbedaan, harus pula disampaikan sejak dini kepada putra-putri Indonesia, agar mereka tumbuh menjadi orang-orang yang menghargai hak-hak manusia dalam perbedaan.

Untuk itu, secara khusus Presiden meminta agar para guru dan orang tua mendidik siswa dan anak-anaknya terkait penghormatan atas kemajemukan tersebut. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -