Produksi Buah Jambu Bisa Meningkatkan Ekonomi Warga Miskin






TIRTAJAYA, KarawangNews.com - Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia sudah tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini, buah jambu masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Padahal, buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. Demikian kata Anggota Komisi B DPRD Karawang, H. Dedi Sudrajat, SP, MM, Senin (6/5/2013) siang.

Lebih lanjut, alumni Sarjana Pertanian, Program Studi Manajemen Agribisnis IPB (Institut Pertanian Bogor) ini menerangkan, jambu air (eugenia aquea burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial, tetapi sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan, buahnya dapat dikatakan tidak berkulit, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.

Pada umumnya jambu air dimakan segar, tetapi dapat juga dibuat puree, sirop, jeli, jam atau berbentuk awetan lainnya. Selain sebagai buah meja, jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan 'fruit coctail'. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C. Selain manis, buah jambu air yang matang bisa disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan, kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat.

Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, di Kabupaten Karawang, Tangerang, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Cirebon, Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Jambu air 'cincalo' merah banyak terdapat di Kabupaten Karawang dan terkenal dengan jambu bolang atau jambu yang berasal dari Kecamatan Tirtajaya. Jambu ini, jika matang benar maka akan berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manis asam segar, sedangkan jambu air Semarang yang berwarna merah dan putih  banyak terdapat di daerah Indramayu.

Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun, berbunga sebanyak dua kali dalam setahun yaitu antara Juli dan September. Sedangkan buahnya akan matang pada Agustus dan Nopember. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah, yaitu hijau muda, hijau tua, hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak, maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya.

Berdasarkan Informasi Status Kesejahteraan Rumah Tangga dan Individu di Kabupaten Karawang, sumber basis data terpadu untuk program perlindungan sosial pada Maret 2012 diketahui jumlah penduduk sangat miskin yang ada di kecamatan Tirtajaya tercatat 12.226 Jiwa, masuk dalam kelompok katagori pertama yaitu sangat miskin, sedangkan sebanyak 12.677 jiwa kelompok miskin katagori II dan sebanyak 7.928 jiwa kelompok miskin katagori III, jumlah totalnya sebanyak 31.831 jiwa.

Di daerah Tirtajaya diketahui 85%-95% penduduknya memiliki tanaman jambu air di pekarangan rumahnya masing-masing, dengan frekuensi panen dua kali setahun, dengan sekali panen bisa mencapai 3-4 kwintal. Namun sangat ironis sekali sebagai penghasil jambu terbesar di Kabupaten Karawang nasib para petani dan masyarakatnya masih sangat memprihatinkan.  Dengan harga jual per kilo hanya berkisar Rp.1000 hingga Rp. 4000, itu pun jika harga sedang, harga jual itu tidak banyak membantu dan mengangkat perekonomian keluarga mereka, hal ini disebabkan karena masih sangat sederhananya pola manajemen pengelolaan tanam-panen para petani jambu di sana, masih sangat tradisional.

Dengan begitu, perlu sentuhan serius dari pemerintah daerah khususnya dinas Pertanian, BP4K, perekonomian, DPRD dan stake holder lainnya untuk membantu meningkatkan produktivitas petani jambu air di kecamatan tersebut sebagai kecamatan penghasil jambu air terbesar di Kabupaten Karawang bahkan termasuk 10 besar di Jawa Barat dengan melalui program penyuluhan dan pendampingan dari Hulu sampai hilir. Bantuan itu harus diberikan kepada petani sejak persiapan tanam - tanam - panen dan pasca panennya, agar menjadi nilai tambah bagi warga masyarakat  di Kecamatan Tirtajaya, khususnya para petani jambu disana.

Program-progam tersebut diantaranya manajemen standar produksi yang meliputi syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan, klasifikasi dan standar mutu, pengambilan sampel. Sedangkan petugas pengambil sampel harus memenuhi syarat, yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. Untuk pengemasan, jambu air dikemas dengan peti kayu atau bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg dan di bagian luar kemasan diberi label yang tertulis nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama atau kode perusahaan, berat bersih, negara atau tempat tujuan, hasil Indonesia termasuk daerah yang memproduksi jambu twersebut.

"Dengan program-program tersebut kita berharap, produksi jambu di kecamatan Tirtajaya  bisa menjadi Produk unggulan dan buah primadona di Kabupaten Karawang yang juga bisa berkontribusi menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang besar untuk pembangunan Karawang, sekaligus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Kini, kita harus selamatkan petani jambu Tirtajaya," jelas Dedi. (spn)

Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design Sepetak ICT