BLM Unsika Gelar Diskusi Peran Legislatif

KARAWANG, KarawangNews.com - Mahasiswa harus mampu mengeluarkan nalar dan kreatifitas, termasuk mengkritik pemerintah yang merupakan proses idealisme berpikir. Mahasiswa tak cukup diam di kampus, tetapi bisa mengubah kondisi riil lingkungan dan pemerintahan saat ini.

Demikian kata Sekretaris Komisi C DPRD Karawang, H. Jazs (Jimmy Ahmad Zamakhsyari) pada acata diskusi publik aktualisasi peran Badan Legeslatif Mahasiswa untuk mewujudkan kemampanan lembaga, Kamis (2/5/2013) siang di aula kampus UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang).

Diceritakannya, selama menjabat sebagai legislatif di Kabupaten Karawang, H. Jazs banyak menentukan kebijakan dan masukan untuk eksekutif dalam menata dan membangun kabupaten, meski yang menjadi penentu kewenangan itu tetap ada pada bupati. Meski begitu, peran legislatif yang dijalankannya merupakan aspirasi masyarakat.

"Mahasiswa, adalah untuk mencari integritas diri kita, apa yang akan kita lakukan besok, semua berawal dari sini," kata H. Jazs.

Sementara itu, Ketua BLM Unsika, Dian Suryana, Sp memaparkan, keberadaan badan legislatif mahasiswa kadang hanya menjadi formalitas pelengkap organisasi dalam sistem pemerintahan mahasiswa. Badan legislatif mengambil peran anak tiri dalam tatanan kehidupan dan penyelenggaraan sistem hukum kampus.

Badan legislatif adalah badan yang bertugas untuk menyusun kebijakan untuk dilaksanakan nantinya. Dalam konsep demokrasi, badan legislatif identik dengan badan perwakilan, artinya badan legislatif sebagai badan pengemban kedaulatan atau badan yang menjalankan kedaulatan yang bertugas untuk membentuk kebijakan yang mencerminkan dari keinginan mahasiswa.

Jadi, kebijakan tersebut nantinya bukanlah dari suatu pihak atau golongan semata. Untuk itu, badan legislatif mahasiswa harus mencerminkan representasi dari mahasiswa-mahasiswa yang ada. Untuk itu, wakil mahasiswa dituntut untuk dapat sensitif dalam mendengarkan keluhan mahasiswa serta aktif dalam menuangkan pemikiran untuk menyusun suatu kebijakan yang akan diberlakukan dalam lingkungan mahasiswa.

"Dalam praktek sehari-hari, seorang wakil mahasiswa dituntut untuk mampu turun kebawah untuk menampung aspirasi mahasiswa sebesar-besarnya dan menuangkannya dalam suatu forum kerja yang berupa rapat-rapat serta Ssidang umum. Sangat ironis apabila seorang wakil mahasiswa ketika menjalankan tugasnya bersikap pasif alias diam dan cenderung acuh tak acuh tanpa memberikan suatu kontribusi yang berarti bagi penyelenggaraan kehidupan kemahasiswaan," ungkap Dian. (spn)

Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design Sepetak ICT