BLK Karawang Butuh Rp 6 Miliar Untuk Sarana

KARAWANG, KarawangNews.com - Sepanjang tahun 2012 lalu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Disnakertrans Kabupaten Karawang menerima sekitar 6.000 orang pendaftar. Namun dalam kenyataannya, sepanjang tahun itu BLK hanya mampu menampung sekitar 1.500 pendaftar. Sisanya, atau sekitar 4.500 orang, tidak dapat mengikuti pelatihan sehingga harus memilih lembaga pelatihan yang banyak dibuka oleh pihak-pihak swasta.

Kepala UPTD BLK Karawang, Darmanto Adi, Sabtu (27/4/2013) mengatakan, kurang maksimalnya peran BLK Karawang dalam menampung pendaftar disebabkan beberapa faktor. Selain kurangnya instruktur, permasalahan tersebut juga disebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pelatihan. Namun menurutnya, inti permasalahan utamanya terletak pada minimnya anggaran dana yang diterima BLK setiap tahunnya.

"Selama ini kami kekurangan dana anggaran, untuk bisa memaksimalkan peran kami ini. Dalam satu tahun, setidaknya kami membutuhkan dana sebanyak Rp 6 miliar, tapi dalam realisasinya, kami hanya menerima Rp 2 miliar dari pemerintah daerah, dan tambahan Rp 1 miliar dari APBN," ungkap Darmanto.

Dia menyebutkan, dana sebanyak Rp 6 miliar itu untuk memenuhi beberapa kebutuhan, diantaranya belanja bahan latihan, transport peserta, konsumsi, honor instruktur dan penambahan ruang kelas atau gedung. Selain itu, satu yang dibutuhkan BLK adalah pembangunan asrama yang nantinya bisa diperuntukkan bagi peserta pelatihan yang jauh tempat tinggalnya.

Selama ini dalam mengikuti pelatihan, peserta baru bisa menggunakan 18 kelas yang memang baru dimiliki BLK. Jumlah itu, digunakan untuk menampung 10 jenis pelatihan kejuruan peserta, yaitu untuk Teknik Elektro, Teknik Mekanik, Teknik Otomotif, Teknis Las, Tata Niaga, Menjahit Garmen & Sepatu, Pertanian, Tata Rias Rambut, Wajah & Rias Pengantin, Aneka Keterampilan dan Teknik Bangunan & Meubelair. Jumlah kelas itu dianggap kurang menampung pendaftar, yang jumlahnya lebih dari 6.000 orang.

"Dengan jumlah kelas minim, kami juga harus mengatur jadwal pelatihan yang tidak sebentar. Setidaknya dalam satu pelatihan, peserta membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 6 minggu. Sehingga pada akhirnya, kami tidak bisa banyak menampung peserta," keluhnya.

Sejauh ini, lanjut Darmanto, pihaknya juga telah mencatat 380 peserta di empat bulan pertama tahun 2013. Seluruhnya, tengah mengikuti program pelatihan di BLK dan dipastikan jumlah itu akan terus bertambah, mengingat kebutuhan akan keterampilan dari SDM menjadi kewajiban untuk bisa masuk ke dunia industri.

Di sisi lain, peminat BLK juga dipastikan membludak dari lulusan pelajar setingkat SMA tahun 2013 yang beberapa bulan kedepan akan diumumkan. Biasanya, moment kelulusan tersebut menjadi salah satu moment dimana pencari kerja meningkat secara drastis.

Menurut data di Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, calon lulusan pelajar setingkat SMA ada sekitar 20.559 orang. Jadi dapat dipastikan, sekian persen dari jumlah itu akan menjadi pendaftar di BLK, dan menambah data pendaftar.

Terlepas dari fungsi dan tugas-tugas pokoknya, BLK juga menjadi salah satu harapan pemerintah untuk dapat menuntaskan permasalahan pengangguran yang terjadi. Namun bila dalam kenyataannya saja, BLK belum bisa memaksimalkan perannya karena beberapa faktor, tentunya peluang BLK untuk bisa mengurangi pengangguran Karawang yang berjumlah sekitar 120.000 orang lebih sangat kecil.

Jadi, peran BLK saat ini, hanya untuk menampung pendaftar baru, bukan untuk menuntaskan permasalahan pengangguran yang tinggi di Karawang. Darmanto berharap, pemerintah bisa mengambil sikap dengan keadaan yang terjadi di BLK saat ini. Kurangnya dana anggaran yang diterima BLK, bisa segera direalisasikan sebagaimana untuk menjalankan tugasnya.

Juga permasalahan pengangguran Karawang, sedianya dapat ditemukan solusinya jika pemerintah juga memperhatikan pihak-pihak yang bisa berperan di dalamnya.

Selama ini, pemerintah daerah hanya mengurusi permasalahan pendidikannya saja. Anggarannya banyak terserap disana. Padahal, BLK juga sama-sama penting. Kalau pendidikan hanya untuk mensukseskan UN dan pembekalan ilmu pengetahuan, BLK untuk mensukseskan masa depan masyarakat melalui kemampuan dan keahlian dari pelatihan.

"Melalui BLK, masyarakat kan bisa bekerja dan bermanfaat untuk dunia industri. Jadi kalau bisa, pemerintah daerah sama-sama memperhatikannya. Utamanya untuk menuntaskan permasalahan pengangguran di Karawang," pungkas dia. (gih)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta