Sejarah Membuktikan Karawang Agung di Masa Lalu

CILAMAYA, KarawangNews.com - Sabtu (27/4/2013) malam, Ketua PKB Karawang, H. Jazs (Jimmy Ahmad Zamakhsyari) 'ngadu bako' dengan warga Kampung Kosambi Lempeng Tengah, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, tepatnya di Makom Mama Lingga.

Kepada sekitar seratus warga yang hadir H. Jazs mengatakan, makom ini bukti sejarah Karawang di masa lalu, dimana Karawang menjadi pusat pasar dunia dan cikal bakal penyebaran Islam di tanah Jawa. Dengan begitu, sejarah Karawang yang besar itu harus kembali membesarkan Karawang saat ini dan yang akan datang.

Dia bercerita, dua abad sebelum Rasulullah SAW lahir, Karawang sudah punya pelabuhan laut di Ciparage, termasuk Sungai Citarum yang saat itu digunakan sebagai jalur lalu lintas perdagangan internasional, bahkan sejarah kemerdekaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dikonsep di Rengasdengklok, yaitu di rumah warga keturunan Tionghoa Djaw Kie Siong.

Kata H. Jazs, kedepan di Kabupaten Karawang ini tidak boleh ada lagi jalan jelek, saluran air yang rusak dan banyaknya pengangguran, karena jika melihat sejarah, Karawang ini adalah daerah agung, perlu pimpinan yang tegas untuk menyelesaikan semua persoalan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Diakuinya, besarnya bangsa ini, karena masih banyak yang bersholawat kepada Rasulullah SAW dan itu yang menjadi alasan NU (Nadhlatul Ulama) ada di negara ini. Organisasi ini dibentuk untuk menjaga NKRI dalam konsep Islami.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPW PKB Jabar, Wari Maulana, di dalamnya, perjuangan NU mengukuhkan kekuatan untuk menjadi pengatur negara dan perjuangan tak hanya dilakukan NU, maka pada tahun 1999 NU membuat partai yaitu PKB.

Saat ini, kata Wari, NU belum bersatu dalam pilihan politiknya, jika bersatu maka setiap event pemilu tentunya akan memilih PKB dan partai ini menjadi pemenang di Indonesia. Dijelaskan Caleg DPR RI 2014 ini, perjuangan bernegara yang dilakukan NU yaitu mempetahankan NKRI, kesehariannya NU terus melakukan syiar dengan STMZ (Salawat, Tahlil, Marhaban dan Ziarah).

"Jika masyarakat masih melakukan STMZ, berarti mereka adalah NU dan bagusnya mendukung PKB, karena ada beberapa partai yang mengharamkan ziarah kubur dan tahlil," akunya. (spn)





Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design Sepetak ICT