2.110 Peserta Ikuti UNPK Paket C

KARAWANG, KarawangNews.com - Sebanyak 2.110 peserta mengikuti UNPK (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan) Paket C di hari pertama, Senin (15/4/2013). Lokasi ujian ditempatkan di tiga sekolah yang dipusatkan di SMKN 2 Karawang.

Dijelaskan Kabid PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Disdikpora Karawang, juga Ketua Penyelenggaran UNPK (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan) Amid Mulyana menjelaskan, peserta UN paket C dilaksanakan di SMKN 2 Karawang sebanyak 43 ruang kelas, kemudian di SMPN 1 Karawang sebanyak 44 kelas dan di SMPN 3 Karawang Barat sebanyak 19 ruang kelas.

"Melihat perkembangan peserta UN tahun ini meningkat sebanyak 2.110 dibanding tahun lalu sebanyak 1.300 dengan tingkat kehadiran tahun lalu sekitar 80 persen," kata Amid di sela kegiatan UN Paket C di SMKN 2 Karawang.

Di hari pertama, mata pelajaran UN Paket C ini diantaranya Bahasa Indonesia dan PKN (Pendidikan Kewarga Negaraan), dihari kedua mata pelajaran Sosiologi dan Geografi, hari ketiga Ekonomi dan Bahasa Inggris dan terakhir di hari keempat ujian mata pelajaran Matematika.

Usai UN Paket C, minggu depan dilaksanakan UNPK Paket B yang akan diikuti sebanyak 1.552, selang seminggu kemudian dilaksanakan UNPK Paket A diikuti 275 peserta. Beda dengan Paket C, pelaksanaan ujian di masing-masing PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) atau Pondok Pesantren.

Kata dia, bagi siswa sekolah formal yang tidak lulus UN termasuk peserta paket C, B dan A yang juga tidak lulus UNPK bulan ini, diberi kesempatan mengikuti ujian paket secara serentak pada periode kedua yaitu 1 Juli 2012.

"Mereka yang tidak hadir pada UNPK bulan ini, bisa ikut ujian paket pada periode kedua 1 Juli 2012," ucapnya.

Diharapkan, lanjut Amid, mereka yang lulus UNPK tahap 1 dan tahap 2 bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Misal peserta yang lulus di paket B, dia bisa mendaftar ke pendidikan formal, bisa ke sekolah swasta dan negeri.

Kendati begitu, pada ujian nasional di hari pertama, di sekolah formal maupun kesetaraan terjadi sedikit hambatan, yaitu kurangnya soal dan lembar jawaban yang dikirim percetakan, namun begitu keterlambatan itu bisa diantisipasi oleh UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung selaku koordinator pengawas satuan pendidikan UN, dengan memfoto copi lembar soal, kemudian peserta menulis jawaban di kertas soal, untuk menilai hasil jawaban peserta jadi tanggung jawab UPI yang kemudian dipindahkan ke LJK (Lembar Jawaban Komputer). (spn)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta