Disdikpora Kabupaten Karawang Launching BOPF

KARAWANG, KarawangNews.com - Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Karawang 'launching' BOPF (Biaya Operasional Perawatan Fasilitas) SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK negeri swasta dan PNFI tahun 2013. Acara ini dipadukan dengan penandatanganan fakta integritas kepala sekolah dan komite sekolah pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), Sabtu (30/3/2013) siang di aula Husni Hamid, Pemda Karawang.

Se-Jawa Barat, Kabupaten Karawang merupakan daerah perintis BOPF dan menjadi perhatian nasional, ini bukti perkembangan Kabupaten Karawang, termasuk perkembangan di bidang pendidikan. BOPF ini diluncurkan untuk menjawab lima persoalan pendidikan di Karawang, diantaranya infrastrukur sekolah, hasil didik, manajemen yang kurang efektif, mahalnya biaya pendidiakn dan PPDB.

Dijelaskan Kepala Disdikpora Karawang, Drs. Agus Supriatman, tahun 2012 lalu pihaknya telah melakukan rehab sekolah yang cukup banyak yakni 2.307 lokal dibanding tahun sebelumnya, sehingga daya tampung siswa baru kini dianggap cukup. Selain itu, Disdikpora Karawang berupaya meningkatkan pendidikan dan melakukan penguatan KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yakni kualitas kepala sekolah dan guru.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, kerja sama dengan DBE (Disentralization Basic Education) selama ini sudah efektif, pihaknya sudah melaksanakan TOT (Training of Trainer) kepada guru. Mengenai permasalahan manajemen pendidikan pihaknya telah melaksanakan rapat daerah dan 'work shop' dengan sasaran kepada kepala sekolah sebagai internal SDM (Sumber Daya Manusia) di sekolah agar bisa melaksanakan kontrol sekolah dengan lebih baik.

Soal biaya pendidikan, ada peningkatan jumlah anggaran yang cukup besar tahun 2013 ini yaitu Rp 84 miliar dibanding tahun 2012. Dana sebesar itu, kini dianggap bisa menangani biaya pendidikan dan tak hanya untuk pendidikan formal, juga untuk membiayai pendidikan non formal, dengan kehadiran BOPF ini bisa membebaskan biaya pendidikan di Kabupaten Karawang.

BOPF ini akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2013, sementara tahun ini BOPF diberikan bagi kelas 10, tahun berikutnya 2014 akan diberikan untuk kelas 10 dan 11, kemudian tahun 2015 diberikan untuk kelas 10, 11 dan kelas 12, sehingga semua jenjang pendidikan dari SD hingga SMA negeri-swasta bisa gratis total.

"Kita akan berusaha supaya BOPF terus diberlakukan di Kabupaten Karawang," kata Agus.

Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara mengatakan, pendidikan merupakan faktor penting untuk mensejahterakan masyatrakat dan pendidikan dianggap utama. Sedangkan, daya tampung pendidikan sekolah negeri harus sesuai dengan jumlah lulusan, karena jika tidak sesuai akan banyak lulusan SD dan SMP yang 'drop out'. Dengan begitu Pemda Karawang memberikan biaya untuk membantu lulusan sekolah, agar tidak 'drop out' dan bisa terus sekolah tanpa dibebankan biaya pendidikan.

"Kami menyadari alokasi BOPF tahun ini baru dapat direalisasikan untuk kelas 10 dan belum memberikan operasional yang maksimal untuk sekolah, maka kami pun mempersilahkan bagi masyarakat yang akan membantu sekolah, asal jangan pembiayaan yang tumpang tindih dengan yang sudah dianggarkan pemerintah," kata bupati. (spn)


Bagikan berita ini :

Poskan Komentar