Anggaran Disdikpora Karawang Tahun 2013 Rp 942.445.034.897

KARAWANG, KarawangNews.com - Pagu anggaran Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) Karawang tahun 2013 dari APBD Kabupaten Karawang Sebesar Rp 942.445.034.897, jumlah itu meliputi belanja tidak langsung Rp  693.820.444.600 atau 73,62% dari anggaran, sedangkan belanja langsung Rp  248.624.590.297  atau 26,38%.

Demikian  dijelaskan Kepala Disdikpora Karawang, Drs. Agus Supriatman, kepada tamu studi banding dari MKKS (Musyawarah Kerja Kelompok Sekolah) Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatra Barat, Jumat (1/2/2013) pagi di Aula Disdikpora. Kata dia, anggaran tersebut telah dialokasikan untuk program yang dapat menjawab dan merespon kritik-saran juga harapan masyarakat.

Anggaran itu diperuntukan menghadapi masalah infrastruktur yang masih memerlukan daya tampung degngan kondisi ruang belajar yang kurang layak, maka Disdikpora programkan peningkatan aksesibilits perluasan dan pemerataan pada kegiatan pembanguna USB (Unit sekolah Baru), RKB (Ruang Kelas Baru) dan rehabilitasi ruang kelas, serta pembangunan perpustakaan dan laboratorium.

Selain itu, kualitas guru dan hasil didik, maka solusinya melalui program peningkatan mutu kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan Karawang melalui penguatan KKG (Kelompok Kerja Guru) SD, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) SMA-SMK yang dikemas dengan sinergitas pengawas kepala sekola serta guru sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Untuk desiminasinya, semua sekolah wajib melaksanakan IHT atau KKG-MGMP berbasis sekolah yang dibiayai dari BOS pusat, BOS provinsi dan BOPF Kabupaten Karawang dan Disdikpora akan melengkapi kebutuhan alat termasuk buku serta melaksnakan kegiatan lomba lomba juga peningkatan kesejahtraan guru dan pengawas,” katanya.

Diakuinya, manajemen pendidikan belum berjalan efektif, maka Disdikpora Karawang akan dilakukan penguatan kapasitas pengelola pendidikan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga pada satuan satuan pendidikan. Arah tersebut yaitu agar terwujud manajeman peningkatan mutu berbasis sekolah melalui program pendataan, perencanaan, pembinaan, bimbingan teknis dan monitoring evaluasi serta pelaporan.

Mahalnya biaya pendidikan SMA-SMK, sambung Agus, maka solusinya terus menyalurkan BOS APBN dan APBD Propinsi Jabar serta mengalokasikan APBD Karawang, yaitu melalui program BOPF (Biaya Operasional Perawatan dan Fasilitas) pendidikan dasar dan menengah PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal).

Sementara itu, untuk anggaran BOPF maka pemerintah daerah telah mengalokasikan sebesar Rp 83.855.529.500. Program ini dalam rangka upaya meningkatkan akses, mutu serta manajemen pendidikan formal, non formal dan informal, juga memberikan layanan pendidikan yang mudah terjangkau dan berkesinambungan di seluruh satuan pendidikan.

“Program BOPF itu sebagai alternatif pembiayaan pada satuan pendidikan yang lebih fleksibel untuk membiayai kegiatan yang tidak bisa dibiayai oleh BOS pusat maupun BOS provinsi,” jelasnya. (spn)

Keterangan foto: Kepala Kemenag Kabupaten Pasaman, Drs. Najiran M.Pd (kiri) bertukar cendramata dengan Kepala Disdikpora Karawang, Drs. Agus Supriatman di aula Disdikpora Karawang.

Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta