Migrasi Pengaruhi Jumlah Penduduk di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala BKBPP (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) Kabupaten Karawang, Dr. Asep Hidayat Lukman MM mengaku, pihaknya kesulitan mengatasi jumlah penduduk migrasi yang mencapai 19 ribu jiwa tahun 2012. Jumlah itu terus bertambah setiap tahun, pasalnya Karawang merupakan daerah industri dan mengundang warga daerah lain berdomisili di Karawang.

"Kita tidak kesulitan mengendalikan populasi penduduk asli Karawang, bahkan pertumbuhannya bisa kita tekan, tetapi kita kesulitan kepada warga yang migrasi ke Karawang, karena KB tidak mengenal apakah dia penduduk asli atau migrasi, laju pertumbuhannya tetap harus ditekan," kata Asep, ditemui saat pelayanan KB untuk seluruh warga Karawang yang dipusatkan di Kodim 0604, Jumat (22/2/2013) siang.

Dijelaskannya, banyaknya migrasi menambah panjang sosialisasi BKBPP kepada masyarakat, tentunya beban anggaran yang dibutuhkan pun bertambah besar, sementara ini anggaran BKBPP hanya cukup untuk pelayanan bagi penduduk yang sudah tercatat sebagai warga Karawang, sedangkan jumlah migrasi terus bertambah.

Diketahui, para migran tersebut adalah warga luar daerah yang mencari pekerjaan di Karawang, diantara mereka sudah tercatat sebagai warga Karawang di Disdukcatpil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), sedangkan tak sedikit para migran yang belum tercatat sebagai warga Karawang. Mengingat, syarat memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) Karawang sedikitnya harus menetap selama 6 bulan di Karawang.

Dengan demikian, BKBPP tak hanya melayani KB yang dipusatkan di Kodim maupun puskesmas, BKBPP telah bermitra dan membuka pelayanan KB di beberapa pabrik, sasarannya adalah para karyawan supaya ikut KB. Bahkan, di beberapa perusahaan telah disiapkan klinik KB dengan melatih kader di perusahaan tersebut. Ini bertujuan untuk menekan angka populasi migrasi yang mencapai 19 ribu jiwa itu, karena jika tidak kendalikan, 19 ribu jiwa tersebut bisa bertambah di tahun yang akan datang hingga mencapai 80 ribu jiwa.

"Program tahun 2013 ini kita banyak bermitra dengan perusahaan, terutama perusahaan yang memiliki jumlah karyawan besar, di perusahaan itu kita buka klinik KB dan melatih kader," jelasnya.

Sementara itu, Asep memaparkan, LPP (Laju Pertambahan Penduduk) secara nasional mengalami surplus 1,49 persen, di Jawa Barat LPP mencapai 1,89 persen dan Kabupaten Karawang sekitar 1,76 persen. Jika tanpa KB, dipastikan LPP secara nasional setiap tahunnya mencapai 100 juta penduduk selama 20 tahun, sedangkan untuk Karawang akan mengalami LPP sebesar 1 juta penduduk setiap tahun.

"Memang sulit untuk mencapai 'zero growth', tetapi Karawang sudah mencapai 1,76 persen atau 2,15 juta penduduk saat ini. Cuma itu, migrasi yang sulit dikendalikan terus menambah jumlah penduduk di Karawang. Idealnya, LPP Karawang 1 persen," ungkapnya.


Pelayanan KB yang berlangsung di Kodim 0604 Karawang ini diikuti 122 akseptor se-Kabupaten Karawang, mereka datang ke Kodim dengan kendaraan pribadi dan mayoritas diantar menggunakan mobil dinas desa. (spn)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Poskan Komentar