BOPF Solusi Mengatasi Mahalnya Pendidikan di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Pada tahun 2012 biaya pendidikan khusus SMA-SMK relatif mahal, Insya Allah pada tahun 2013 ini Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Karawang telah mengalokasikan program baru yaitu BOPF (Biaya Operasional Perawatan Fasilitas) pendidikan dasar dan menengah juga PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) di Kabupaten Karawang.

Demikian dikatakan Kepala Disdikpora Karawang, Drs. Agus Supriatman, Selasa (5/2/2013). Program ini bertujuan untuk mendorong semua jenis jenjang pendidikan agar dapat memberikan layanan yang berkualitas tinggi kepada peserta didik.

“Bantuan ini ditujukan kepada sekolah, agar sekolah tidak lagi memungut biaya SPP dan DSP, juga tidak diperbolehkan menjual LKS dan tidak ada lagi pungutan untuk keperluaan biaya operasional, perawatan dan fasilitas, karena sudah dibiayai oleh APBD Karawang tahun 2013,” jelasnya.

Dia memaparkan, sasaran BOPF ini yaitu semua lembaga pendidikan TK, PAUD, Paket A, B dan C termasuk SD-MI, SMP-MTs, SMA-SMK–MA negeri dan swasta di Kabupaten Karawang. Khusus SD-MI, SMP-MTs, SMA-SMK-MA negeri dihitung berdasarkan jumlah seluruh murid, kemudian dikalikan dengan unit ‘cost’ bantuan APBD Karawang.

Sedangkan khusus untuk sekolah swasta dihitung hanya dari data siswa kelas satu saja yang dikalikan dengan unit ‘coast’. Kendati begitu, Disdikpora akan terus menambah data siswa sehingga semua kelas dari kelas satu sampai kelas tiga dapat dibantu dari dana APBD Karawang tersebut.  Sementara itu, untuk PNFI dibantu berdasarkan jumlah lembaga.

Manfaat program BOPF, lanjut Agus, untuk membiayai kebutuhan operasional sekolah dan membiayai perawataan ringan gedung serta dapat membiayai perbaikan atau pengadaan fasilitas pendidikan di tingkat sekolah. Penyaluran dana BOPF ini akan ditransfer ke rekening sekolah masing-masing secara utuh, tanpa ada potongan apapun.

Dijelaskan Agus, sebagai ilustrasi pada pembiayaan SMA per siswa per tahun yakni, dari APBN Kemendibud mengalokasikan Rp 560.000, kemudian dari APBD Provinsi Jawa Barat Rp 125.000 dan dari APBD Karawang Rp. 1000.000. Sehingga bantuan ke SMA negeri dan swasta itu sebesar Rp 1.685.000 per siswa per tahun, sedangkan hasil analisis kebutuhan biaya persisnya per tahun mengacu pada edaran Dirjen, kebutuhan untuk SMA yakni sebesar Rp 1.400.000.

“Artinya, mulai tahun 2013 kebutuhan sekolah sudah dipenuhi, sehingga prinsipnya sekolah itu bebas biaya bagi semua siswa , tapi siswa yang mampu secara ekonomis tidak dilarang bila mau dan memiliki kepedulian berinfaq menyumbangkan secara finansial ke sekolahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, yang dibantu di luar pembiayaan BOPF misalnya ada kebutuhan sekolah yang mendesak seperti sekolah roboh karena bencana alam dan memang belum dialokasikan oleh APBD. Maka, orang tua siswa bisa membantu kekurangan biaya sekolah melalui komite sekolah, tapi terlebih dahulu harus ijin kepala Disdikpora Kabupaten Karawang.

“Untuk hal itu, Disdikpora Karawang wajib memverifikasi dulu dan dimusyawarahkan dengan komite serta orang tua siswa yang mampu secara ekonomi, agar partisipasi orang tua siswa ini tidak ada unsur pemaksaan, serta hasil keputusan bersama ini wajib dipertanggung jawabkan,” jelasnya Agus. (spn)

Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design Sepetak ICT