Sungai Citarum, Got Terpanjang dan Terbesar di Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Peran BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) yang mengelola Sungai Citarum sepertinya tidak berfungsi, padahal lembaga ini mendapatkan suntikan dana ratusan milyar dari lembaga donor internasional (Ausaid) dalam upaya pembersihan Sungai Citarum dari hulu sampai hilir. Kenyataannya, saat ini Sungai Citarum seperti saluran got terbesar dengan bau menyengat yang tercium hingga ke atas jembatan.

Demikian dikatakan, Ketua GRPK (Gerakan Rakyat Pemberantas Korupsi) dan Direktur Poslogis (Politic Social Law And Local Goverment Studies) Karawang, Asep Toha, Selasa (13/11/2012). Dia juga mempertanyakan kinerja Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) sehingga sungai tersebut tercemar limbah.

"Pertanyaanya, berapa BPLH provinsi dan kabupaten disuap perusahaan-perusahan tersebut, sehingga pencemaran-pencemaran itu terus terjadi," tandasnya.

Lebih lanjut Asep Toha menjelaskan, kelemahan pengawasan inilah yang menimbulkan kesewenang-wenangan pihak industri membuang limbahnya ke Citarum, ini juga disebabkan tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Maka wajar jika publik mencurigai adanya main mata antara pengusaha produsen limbah cair dengan BPLH provinsi dan kabupaten.

Asep Toha
"Saya pernah mendengar BPLH Karawang memanggil sepuluh perusahaan terkait permasalahan ini, tapi setelah itu tidak tindakan apa-apa. Apakah pemanggilan itu upaya jemput ATM (suap, red)," jelasnya.

Solusinya, kata Asep, tegakkan hukum lingkungan hidup sesuai amanat undang-undang lingkungan hidup, lakukan pengecekan laboratorium, lalu cek setiap pembuangan limbah perusahaan. Ini untuk sinkronisasi kandungan yang ada di air Citarum, kemudian hasilnya untuk menggugat perusahaan tersebut ke pengadilan sebagai kejahatan lingkungan. Jika itu tidak dilakukan pihak BPLH provinsi maupun kabupaten, maka dugaan adanya suap mendekati kebenaran.

Lebih parah lagi, dengan tumbuhnya eceng gondok di sepanjang Sungai Citarum di Karawang dimungkinkan akan menjadi penyebab banjir besar, jika sampah eceng gondok itu terus dibiarkan. Dia juga menyatakan, kotornya Sungai Citarum berasal dari limbah-limbah cair industri yang dibuang tanpa pengelolaan air atau 'waste water sistem' yang baik. (spn)


Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design Sepetak ICT