Gina Ade Swara Nengok Heru Penderita Hidrosephalus

Gina Ade Swara (kanan) bersama Heru dan neneknya.
JAYAKERTA, KarawangNews.com - Penderita hidrosephalus, Heru usia 8 tahun warga Dusun Krajan A, No. 136, RT 03/0, Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta bukti bentuk kinerja Pemkab Karawang yang tidak serius mengobati masyarakatnya, apalagi Heru menderita Hidrosephalus sejak berusia tiga bulan.

"Ini adalah bukti pemerintah sebelumnya tidak maksimal membantu pasien miskin untuk bisa sembuh, padahal Heru memiliki Jamkesmas dan bisa diobati sejak dia masih bayi," kata putri bupati, Gina Ade Swara saat menengok Heru di rumahnya, Jumat (30/11/2012) sore.

Saat melihat langsung kondisi Heru yang hanya berbaring di ruang yang pengap dan gelap, Gina menceritakan kegetirannya, karena masih banyak masyarakat Karawang yang miskin dan tak mampu berobat. Apalagi Heru ini diketahui memiliki Jamkesmas yang bisa menjaminnya untuk sembuh, tetapi lagi-lagi urusan 'ribet' rumah sakit membuat keluarga ini tak bisa dilayani maksimal.

Diakui Gina, persoalan klasik lainnya yang membuat keluarga Heru semakin terpuruk adalah biaya keseharian selama menunggu Heru dirawat.

"Masyarakat sekeliling pun diharap tidak hanya mengandalkan pemerintah, mereka harusnya membantu sekecil apapun untuk meringankan beban keluarga Heru," jelasnya, menyayangkan Heru lolos dioperasi hingga usianya kini 8 tahun, padahal dia harusnya bisa disembuhkan sejak bayi.

Pada kesempatan tersebut, Gina Ade Swara memberi bantuan untuk Heru dankeluarganya berupa makanan bayi, buah-buahan dan sembako termasuk titipan dari ibunya Hj. Nurlatifah Ade Swara yang diberikan kepada neneknya, Ida (60).

Diketahui, gejala hidrosephalus pada kepala Heru diketahui sejak usianya tiga bulan, bayi itu sempat dirawat di rumah sakit, tetapi kondisinya tak kunjung membaik, meski menjalani perawatan dengan bekal Jamkesmas tetap saja orang tua Heru puntang-panting mencari pinjman hingga jutaan rupiah untuk beli selang Rp 1,7 juta dan biaya perawatan Rp 500 ribu, jumlah yang dinilai besar dan sulit untuk menggantinya bagi keluarga Heru.

Akibat biaya pengobatan yang besar, akhirnya keluarga Heru menyerah dan membawa bayi itu pulang ke rumah dengan kondisi kepala Heru yang tak wajar dan terus membesar.

"Kita sudah tidak punya harapan Heru bisa kembali normal, kita pasrah," kata Ida, menceritakan kesulitan keluarganya selama Heru di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Karawang kepada Gina Ade Swara.

Anak penderita hidropehalus ini, Heru, adalah putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Jumadi (34) dan Robiah (25), anak pertamanya kini sudah kelas enam sekolah dasar, sedangkan adiknya baru berumur lima tahun. Jumadi yang kesehariannya sebagai tukang ojek di Bekasi mengaku tak sanggup membiayai pengobatan anaknya tersebut.

Selain kepala Heru yang besar, kondisi tubuhnya pun kurus, kedua kaki dan tangannya melengkung. Diduga selain mengidap hidrosephalus, Heru mengalami gizi buruk, ini diketahui sejak dia berumur empat tahun. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -