Pemkab Luncurkan DAK Pendidikan Swakelola Rp 40,3 M

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Kabupaten Karawang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan. Dengan begitu, Pemkab Karawang mengeluarkan berbagai kebijakan dan terobosan, khususnya penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk meningkatkan akses dan kemudahan masyarakat memperoleh pendidikan yang baik.

"Pemkab Karawang berusaha meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi, juga dari segi moralitas dan spiritual," kata Bupati Karawang H. Ade Swara saat membuka acara peluncuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan untuk Rehabilitasi SD dan SMP di Lantai III, Gedung Singaperbangsa Karawang, Jum'at (5/10/2012).

Dijelaskan bupati, pendidikan merupakan proses yang sangat penting dan memiliki peranan yang sangat dominan dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan begitu, puntuk mewujudkan suatu pendidikan yang berkualitas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, karena terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Kendati begitu, upaya–upaya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah tentunya tidak akan memiliki kontribusi maksimal, tanpa adanya dukungan dari para stake holder pendidikan, partisipasi sektor swasta dan masyarakat. Kata bupati, upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang selama ini ternyata telah menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2012 ini, Kabupaten Karawang telah mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat untuk menjadi salah satu daerah yang mendapatkan DAK bidang pendidikan Rp 40.326.000.000 untuk 141 SD dan 35 SMP.

Dijelaskan Kepala Disdikpora, Drs. H. Agus Supriatman, Dinas Pendidikan telah menyerap dana APBD Karawang per 31 September 2013, diantaranya untuk belanja tidak langsung mencapai 79,48% dan belanja langsung mencapai 20,19%. Memang khusus belanja langsung ini relatif tipis sementara waktu sangat terbatas, tetapi dinas pendidilkan optimis seluruh kegiatan APBD serserap tahun ini.

Ada 3 kegiatan besar yang belum terealisasi, kata Agus, pertama yaitu kaitan dengan pengadaan alat peraga dan buku yang bersumber dari DAK. Hingga kini ada yang sudah selesai pelelangan dan sudah masuk pada proses pelaksanaan, diperkirakan proses pembayaran akan dilakukan awal Desember 2012.

Kemudian yang kedua yaitu pembagnunan ruang kelas baru dan rehabilitasi SD dan SMP yang bersumber DAK 2011 yang pelaksanaannya melalui LPSE, posisi sampai saat ini sedang dalam proses pelalangan dan ada juga proses pelaksanaan di sekolah, jika tidak ada hambatan, proses tersebut bisa dilaksanakan sekitar 45 hari dan diperkirakan selesai Nopember 2012.

Sedangkan ketiga yaitu kegiatan rehabilitasi gedung SD yang bersumber dari DAK, kegiatan ini lebih leluasa, karena pelaksanaannya dengan cara swakelola. Bersamaan dengan peluncuran DAK di lantai III ini, Disdikpora Karawang telah menstransfer secara bertahap ke rekening SD, kemudian Senin (7/10/2012) akan ditransfer dana ke SMP yang menerima rehab.

Kegiatan tersebut merupakan peluncurkan program kegiatan rehabilitasi dengan cara swakelola yang pembiayaannya dilakukan dua tahap, 60% dan 40%. Rehabilitasi ini merupakan 'action plant' Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 tahun dan pemenuhan standar pelayanan minimal, dimana indikator keberhasilannya bukan hanya dilihat dari pencapaian APK, APM dan angka transisi saja, tetapi juga termasuk mutu pendidikan.

"Mutu pendidikan ini ada korelasi positif antara gedung yang rusak dengan minat siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan dengan gedung yang layak dapat meningkatkan minat dan motovasi dalam proses pembelajaran di kelas," kata Agus.

Peluncuran rehabilitasi SD dan SMP tahun 2012 pelaksnaannya tidak kontraktual, tetapi dengan cara swakelola sesuai mekanisme pelaksanaan berdasar kepada Peraturan Menteri Keuangan No 206/2011 tentang pedoman umum alokasi DAK tahun 2012. Sedangkan khusus untuk rehab SD berdasar pada Permendikbud 61/2012 tentang perubahan Permendikbud 56 tahun 2011 tentang petunjuk teknis penggunaan dan pendidikan tahun 2012.

Sedangkan pedoman untuk rehabilitasi SMP mengacu pada Permendikbud No. 57/2011, tentang petunjuk teknis penggunaan DAK pendidikan tahun 2012.Di dalam juklak-juknis tersebut menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi dan meubeler SD dan SMP tahun 2012 harus dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan pada manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.

Dijelaskan Agus, sasaran kegiatan rehabilitasi untuk SD sebanyak 142 sekolah atau 408 ruang kelas dengan unit coast per kelas sebesar Rp 67.500.000, sehingga jumlah untuk rehab SD swakelola sebesar Rp 28.356.000.000. Untuk rehabilitasi SMP sebanyak 35 sekolah atau 133 ruang belajar dengan unit coast per kelas sebesar Rp 90.000.000, sehingga dana yang dikeluarkan untuk SMP Rp 11.970.000.000 dan total kegiatan rehabilitasi SD dan SMP yang dilaksanakan dengan cara swakelola sebesar Rp 40.326.000.000.

Lebih lanjut Agus memaparkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi program rehabilitasi melalui pendekatan partisipasi masyarakat, yaitu swakelola. Selain itu, Dinas Pendidikan telah menyusun perencanaan ini atas dasar usulan dari UPTD untuk SD juga usulan SMP yang diprioritaskan pada tingkat kerusakan 46% - 70%.

Disdikpora juga menerbitkan surat keputusan bupati, tentang CPCL dan alokasi dana rehabilitasi. Keempat, melakukan MoU dengan pihak satuan pendidikan yang menerima bantuan rehabilitasi. Selain itu, proses pencairannya melalui DPPKAD tahap 1 sebesar 60% sudah ditransfer ke rekening sekolah melalui Bank Jabar Banten. Selanjutnya pembayaran tahap kedua sebesar 40% akan dilakukan pada Nopember 2012 setelah sekolah menyampaikan laporan fisik dan administrasi 60%.

Jadi, kebutuhan rehabilitasi tahun 2011 sebanyak 1.922 ruang, sedangkan yang dibangun oleh DAK swakelola sebanyak 456 ruang, kemudian yang dibangun oleh APBN dan APBD sebanyak 493 ruang, sehingga jumlah yang direhab ini sebanyak 949 ruang SD dan sisanya 973 ruang akan dituntaskan tahun 2012.

Kegiatan rehabilitasi SMP proses pelaksanaan sebanyak 133 lokal dari DAK, sedangkan dari APBN dan APBD sebanyak 237 lokal. Saat ini yang sedang melakukan rehabilitasi dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 1.319 ruang kelas, jumlah tersebut adalah jumlah rehabilitasi yang paling terbesar dibanding tahun sebelumnya.

Kata Agus, pekerjaan ini mutlak harus sesuai juklak dan ketentuan Kemendiknas. Selama kegiatan ini tidak ada setoran-setoran apa lagi ada potongan-potongan yang dilakukan UPTD maupun Disdikpora, kegiatan ini merupakan kewenangan Tim Pelaksana Rehab Ruang Kelas (TPR2K) SD atau kewenangan Panitia Pembangunan SMP (P2S).

"Sehingga perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dilakukan sendiri oleh TPR2K dan P2S, tidak ada yang intervensi dari mana pun, juga sesuai prinsip manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah," jelas Agus. (spn)


















Share this article :

Poskan Komentar

 
Home | Redaksi | Iklan | Tentang | Warga Menulis
KarawangNews | Jawa Barat - Indonesia | X7C | Web Developer
Copyright © 2013. Seluruh hak cipta dilindungi Undang-undang HAKI - Mengutip sebagian atau mengambil seluruh naskah dan foto tanpa ijin redaksi dianggap plagiat.
Design ApoedCyber and Odang ICT