Cellica: Pancasila Soko Guru yang Memberikan Keamanan dan Ketentraman Rakyat

KARAWANG, KarawangNews.com - Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri kokoh, bila tiang ini rapuh, maka bangunan akan mudah roboh. Empat pilar ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Demikian dijelaskan Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, pada kesempatan bicara di loka karya nilai-nilai Pancasila yang digelar LSM Gasak, di Islamic Centre, Selasa (2/10/2012).

Empat tiang penyangga di tengah ini disebut soko guru yang kualitasnya terjamin, sehingga pilar ini akan memberikan rasa aman, tenteran dan memberi kenikmatan. Empat pilar itu pula yang menjamin terwujudnya kebersamaan dalam hidup bernegara. Rakyat akan merasa aman terlindungi, sehingga merasa tenteram dan bahagia.

Lebih lanjut Cellica memaparkan, diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis, nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakekatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental.

Nilai-nilai dasar Pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradam, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan niali Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakayt Indonesia.

Makna Nilai-Nilai Pancasila

Dijelaskan Cellica, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam. Dengan nilai ini menyatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antar umat beragama.

Sedangkan nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengandung arti kesadaran sikap dan prilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

Kemudian nilai Persatuan Indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam NKRI. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keaneka ragaman yanag dimiliki bangsa Indonesia.

Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan mengandung makna suatu pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan,

Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung makna, sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriyah maupun batiniyah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif, untuk itu isinya belum dapat dioperasionalkan.

Kendati begitu, agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Dengan bersumber pada lima nilai dasar itu dapat dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia. (spn)








Bagikan berita ini :

Poskan Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta