Geliat Dinas Pendidikan Karawang Membuka Wawasan
Para Kepala SMP & SMA ke Jepang

Oleh Ahmad Dahidi*)
Ahmad Dahidi adalah Dosen Bahasa Jepang UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) yang memfasilitator kunjungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang ke Kota Sakai, Provinsi Osaka, Jepang.

Kata orang bijak, sering dikatakan bahwa hidup ini akan sangat berarti apabila ada manfaatnya untuk orang lain. Saya kira makna bermanfat disini tidak selalu harus perbuatan yang 'wah'.

Artinya dengan perbuatan sesuatu yang 'kecil' pun seperti membuang sesuatu yang kita anggap bahaya di jalan raya, misalnya kita menemukan paku. Lalu paku itu kita buang, berarti kita sudah berbuat kebaikan yang insya Allah sangat bermanfaat bagi para pejalan kaki, bagi para pengendara motor atau mobil. Karena kalau tidak kita buang, jangan jangan bisa terinjak sehingga bisa mencelakakan orang tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, saya sangat berbahagia pada bulan ini (Juni 2012). Mengapa tidak? Karena saya memperoleh kepercayaan dari Dinas Pendidikan Karawang untuk mendampingi para Kepala Sekolah untuk melakukan muhibah pendidikan ke Osaka Jepang. Artinya, ilmu yang selama ini saya pelajari pasti bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, yang nota bene bagi teman teman dari Karawang yang memerlukan keahlian saya.

Seperti diberitakan dalam Pikiran Rakyat (Rabu, 13/06/2012), sejumlah Kepala SMP, SMA, serta sejumlah pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Karawang, bertolak ke Osaka Jepang, Kamis (14/6/12), tujuan utamanya adalah mempelajari sistem pendidikan di Negara Sakura tersebut.

Salah satu kegiatannya adalah rombongan berkunjung ke Minamiyashino – Kodya Sakai (Selasa, 19/6/ 2012). Di sini telah dilakukan diskusi serta silaturahim dengan warga setempat. Rombongan dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, Drs. H. Wawan Setiawan Natakusumah dengan anggota sebanyak 48 orang, termasuk penulis ini.

Rombongan telah berkunjung ke kantor Walikota Sakai, dan bersilaturahim dengan warga Minamiyashimo. Meskipun diguyur hujan, rombongan disambut dengan hangat oleh anak anak TK kurang lebih 100 orang, sambil mengibarkan bendera kedua negara. Anak anak TK ini menyambutnya dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pada siang hari, rombongan dibagi tiga kelompok. Ketiga kelompok ini telah berkunjung ke SMP Minamiyashimo, meninjau fasilitas panti jompo Yashimo dan fasilitas panti jompo Sorumezon. Setelah itu, rombongan berkumpul di Aula SMP Minamiyashimo untuk berdiskusi dengan tokoh pendidikan dan sejumlah LSM di lingkungan Minamiyashimo Sakai.

Pada diskusi ini dihadiri oleh perwakilan organisasi Jepang baik lembaga swata maupun negeri yang ada di lingkungan wilayah Minamiyashimo. Topik diskusi seputar pendidikan kedua negara dan presentasi memperkenalkan berbagai kegiatan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan, khususnya peranan anak-anak muda dan para manula di Minamiyashimo.

Materi presentasi lebih difokuskan pada gambaran jalinan antara anak-anak dengan para manula melalui berbagai kegiatan seperti menanam padi dan panen padi bersama. Dari pihak rombongan pun disinggung gambaran sekilas SMP dan SMA di Karawang.

Pada siang hari dan sore hari, diselenggarakan makan bersama. Pada makan malam dihidangkan masakan masakan hasil kreasi warga setempat dan ditampilkan performance kesenian dari kedua negara dan telah terjadi perbauran yang sangat meriah antara peserta kedua negara. Mereka bernyanyi dan menari bersama sama.

Pada akhir acara, rombongan menyampaikan ucapan terima kasih, dan diantar oleh panitia semua dengan ucapan terima kasih pula sambil diiringi tepuk tangan yang sangat meriah. Demikian pula, rombongan Karawang menerima sambutan panitia Minamiyashimo Sakai sangat baik dan ramah meskipun telah terjadi perubahan acara disebabkan datangnya angin puting beliung.

Gambaran di atas menunjukkan bahwa kunjungan rombongan Karawang sangat diterima oleh warga Sakai, khususnya Minamiyashimo. Demikian pula sebaliknya, rombongan Karawang pun sangat menerima dengan baik sambutan warga Minamoyashimo Sakai. Ini sebagai bukti bahwa telah terjadi pertalian yang akrab antar kedua negara.

Pada kesempatan sambutan, Drs. H. Wawan Setiawan mengatakan, Pemerintah Karawang menunggu kedatangan rombongan Walikota Sakai ke Karawang. Saya kira ini sebagai ungkapan terima kasih dari pimpinan rombongan terhadap pemerintah Sakai yang demikian hangat menyambut rombongan Karawang. (*)

Bagikan berita ini :

+ komentar + 1 komentar

28 September 2012 10.12

Mohon Maaf sebelumnya,
Saya mau bertanya,
Katanya sekolah smp sudah gratis,
Terus untuk buku LKS sndiri apakah harus dan wajib dibeli.??
Maaf, saya dpt kabar,adik saya tidak sekolah hari ini, karena uang untuk ongkos hari ini, harus dibelikan buku LKS kmrin,,

Poskan Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Copyright © 2014. KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
Proudly IISIP Jakarta