Berita Terkini

ads here

One Bottle One Thausand Hope SMK PI

advertise here


KARAWANG - Sampah botol plastik tak lagi dipandang sampah, melainkan benda yang memiliki nilai ekonomis, dikumpulkan kemudian dijual dan uangnya digunakan untuk membantu sabahat. Inilah yang dilakukan siswa-siswi SMK Perbankan Indonesia dan SMK Ristek. Selain menjaga lingkungan, setiap hari siswa kedua sekolah itu berangkat ke sekolah membawa botol plastik dari rumah mereka.

Setiap hari, penjaga sekolah mengumpulkan ratusan botol plastik dalam karung yang dikumpulkan siswa. Botol yang dibawa ke sekolah ini adalah sampah plastik rumah, ada juga yang sengaja dipungut siswa di jalan. Kewajiban sekolah ini sengaja diberikan kepada siswa supaya mereka peduli lingkungan bersih, terlebih sampah plastik sulit terurai tanah. Juga, ada nilai ekonomis yang bisa dihasilkan dari penjualan sampah tersebut, yaitu dijual dan uangnya diberikan kepada teman-teman mereka yang yatim.

Kegiatan sekolah ini disebut 'One bottle one thausand hope' atau satu botol untuk seribu harapan. Artinya, satu botol yang dijual, dimaksudkan akan mampu memberikan harapan bagi siswa-siswi sekolah ini yang butuh uluran tangan, terutama biaya sekolah yang kadang dirasa sulit bagi sebagian siswa dari kaluarga tidak mampu dan yatim. "Kita tidak keberatan dengan kewajiban sekolah ini, malah akan kita suport terus, untuk membantu sahabat kita yang butuh uluran tangan," kata Ketua OSIS SMK Perbankan Indonesia, Nurhaeni Rahmatunisa, Sabtu (19/5/2012) siang.

Kepala SMK Perbankan Indonesia, Bambang Pranowo menjelaskan, sekolahnya berkomitmen membantu anak yatim dan keluarga tidak mampu, karena kondisi ini memang menjadi salah satu hal yang paling menonjol di Kabupaten Karawang. Mengingat, untuk sekolah butuh biaya operasional berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai oleh siswa. "Ini sebagai bentuk kepedulian, kita mengambil bentuk tindakan untuk menjamin anak-anak kita agar tetap bisa menjalankan pendidikannya," jelasnya.

Kata Bambang, kepedulian yang dilakukan sekolahnya ini cakupannya sangat luas, diantaranya dengan memperhatikan lingkungan yang semakin penuh dengan sampah kemasan plastik. Untuk itu, diwajibkan setiap siswa membawa satu botol bekas ke sekolah, sampah yang sudah dikumpulkan sekolah tersebut dijual kepada pengepul barang bekas. Selain itu, yang dilakukan siswa ini bisa mengubah cara pandang siswa supaya tidak hilang kepekanaannya terhadap lingkungan.

"Bagi orang yang berpengetahuan, kepedulian merupakan bagian dari hidupnya, beda dengan orang yang tidak berpengetahuan tidak terbangun kepekanaan dan kepeduliannya. Dan kita berpikir seluas-luasnya dan kita bertindak sesuatu yang nyata, untuk mencapai mimpi itu melalui proses dari hal sekecil apapun yang bisa kita dilakukan, kemudian belajar hingga mencapai tujuan," kata Bambang. (spn)


Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()