Makna Reformasi Telah Bergeser Jadi Pertarungan Politik

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Ade Swara menilai, saat ini banyak peristiwa baik dalam skala nasional mapun daerah yang sama sekali bertolak belakang dengan nilai-nilai dan makna peringatan Harkitnas (Hari Kebangkitan Nasional). Berbagai kerusuhan bernuansa SARA, vandalisme, anarkisme bahkan terorisme mewarnai perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara dan tidak jarang, hal ini itu terjadi mengatasnamakan demokrasi dan hak azasi manusia.

Hal itu ditegaskan Bupati Ade Swara dalam pidatonya, dalam peringatan Harkitnas Ke-104 tahun 2012 di Lapang Karang Pawitan, Karawang Barat, Senin (21/5/2012) pagi. Kata bupati, makna reformasi yang berlandaskan moralitas dan kebangsaan yang digerakan mahasiswa, bergeser menjadi pertarungan kekuasaan dan kepentingan kelompok dan politik.

Lebih lanjut bupati mengatakan, bukan saja semangat dan makna kebangkitan nasional yang pupus, tetapi juga kita telah menabur pertarungan untuk saling merusak dan mencederai, baik dalam pengertian fisik maupun non fisik dengan mengatasnamakan demokrasi dan reformasi, sehingga tidak terhitung kerugian harta, benda, bahkan nyawa sebagai akibatnya. Sebaliknya, gerakan kebangsaan yang pernah memberikan bukti nilai-nilai kemanusiaan makin tersingkirkan.

Oleh karena itu, kata bupati, sejalan dengan tema peringatan Harkitnas ini, yaitu 'Dengan semangat kebangkitan nasional, kita tingkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berkarakter, damai dan berdaya saing menuju masyarakat sejahtera', maka semua hendaknya menyadari dan menumbuhkan kembali pemahaman terhadap makna Hari Kebangkitan Nasional untuk menciptakan perdamaian, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, menjauhkan perselisihan dan memantapkan bangsa kita sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

"Sekaligus berupaya mewujudkan berbagai tuntutan masyarakat yang senantiasa menghendaki perbaikan pada berbagai aspek kehidupan, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan keamanan, maupun aspek keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, didasari dengan jiwa serta semangat persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan moral dalam mewujudkan harapan masyarakat serta cita-cita bangsa," tambahnya.

Bupati juga berharap, tema Harkitnas tahun ini dapat dimaknai sebagai media untuk membangun kesadaran kolektif guna lebih meningkatkan etos kerja, disiplin, kapasitas moral dan intelektual aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik sebagai gambaran nyata kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, saat ini pemerintah di daerah juga dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik yang didukung dengan struktur birokrasi yang tidak terlalu hierarkis, mekanisme dan prosedur pelayanan yang transfaran, kesiapan sumber daya aparaturnya, mengubah mindset para birokrat, kapasitas dan kompetensi pengelola pemerintahan.

"Hal ini agar dapat lebih mempercepat proses transformasi pemerintah daerah menjadi pemerintahan yang amanah sebagaimana yang telah dituangkan dalam misi keempat pembangunan Kabupaten Karawang, yakni meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, " kata bupati.

Dipadukan dengan kegiatan upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-104 dan Hari Ulang Tahun KODAM III/ Siliwangi ke-66 Tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2012, bupati menyerahkan uang kadeudeuh bagi sejumlah Purna Bhakti PNS serta para atlit tinju berprestasi. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh bupati usai upacara.

Sebanyak 93 orang Purna Bhakti PNS yang mendapatkan uang kadeudeuh dari bupati yang disalurkan melalui Sekretariat KORPRI Kabupaten Karawang, masing-masing Purna Bhakti PNS akan mendapatkan kadeudeuh sebanyak Rp. 10 juta.

Uang tersebut diharapkan dapat membantu mereka untuk tetap berusaha dan berkarya di usai pensiun sebagai PNS. Sedangkan kadeudeuh lainnya diserahkan bagi Kontingen Tinju Kabupaten Karawang yang berhasil meraih posisi juara umum kedua pada Kejuaraan Tinju Pangdam III/Siliwangi beberapa waktu lalu.

Bupati juga mengatakan, kadeudeuh tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah bagi para Purna Bhakti PNS, setelah sekian lamanya dengan penuh ketulusan, kesungguhan dan tanggungjawab telah melaksanakan amanah sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat.
"Saat ini, tiba saatnya bagi mereka untuk undur diri guna memasuki masa pensiun serta memberikan estafet pengabdian pada generasi berikutnya," kata bupati. (*spn)


Bagikan berita ini :

+ komentar + 1 komentar

20 Mei 2013 14.17

Saya setuju dengan pidato beliau yang notabene orang politik juga. Sudah saatnya kebangkitan nasional diidentikkan dengan kebangkitan rakyat, rakyat yg diutamakan, pembangunan yang pro rakyat, asal jangan hanya mengatasnamakan rakyat semata.

Poskan Komentar