Polusi Udara di Rengasdengklok Tinggi

RENGASDENGKLOK, RAKA - Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang tidak diimbangi dengan pertambahan panjang dan lebar jalan di Rengasdengklok mengakibatkan kemacetan, terutama di pagi hari. Di Kota Rengasdengklok dan Karawang yang padat penduduk ini, dipastikan udaranya teremar, karena saat terjadi kemacetan, asap knalpot terkumpul, sehingga kualitas udara di tempat tersebut memburuk dengan cepat.
 
Demikian diungkapkan pengajar SMAN 1 Batujaya, Kholid Al Kautsar kepada RAKA, Minggu (11/1) siang. Menurutnya, gas atau asap sisa pembakaran yang keluar dari knalpot itu mengandung unsur timbal dan logam berat pemicu terjadinya pemanasan global, juga sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. "Susunan kimia timbal ini sangat mudah diserap oleh tubuh. Sebagai pemakai jalan, kita terpaksa harus menghirup gas berbahaya ini pada saat jalanan macet atau pada saat berada di jalan raya," ucapnya.
 
Kata Kholid, dampak keracunan yang membahayakan pada anak balita adalah timbal polusi tersebut, karena pada usia balita, merupakan kelompok umur yang paling rentan terhadap keracunan timbal. Anak-anak yang menerima tingkat keracunan akibat timbal ini mencapai 8-10 microgram dan akan kehilangan 8 point pada tingkat kecerdasannya (IQ).
 
Lebih lanjut pembina pecinta alam SMAN 1 Batujaya ini mengungkapkan, dampak dari bahaya timbal ini mungkin tidak bisa langsung terlihat dalam waktu dekat. Pada jangka panjang, dampak keracunan timbal akan muncul dalam bentuk mudah marah, lesu, kurang nafsu makan, sembelit dan otot kerja melemah. Dalam konsentrasi tinggi, keracunan timbal dapat mengakibatkan kerusakan organ tubuh seperti ginjal, hati, paru-paru, lambung, menurunkan kesuburan, serta kehamilan yang tidak normal.
 
"Target yang utama dari keracunan timbal adalah syaraf. Sehingga yang paling umum dijumpai pada penderita adalah depresi dan sakit kepala. Meskipun penderita keracunan timbal dapat diobati, tetapi mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati," ucapnya.
 
Dan pencegahan dapat dilakukan dengan memperkuat ketahanan tubuh terhadap bahaya pencemaran timbal, yaitu mengkonsumsi makanan bergizi seperti makanan yang cukup protein, lemak tak jenuh dan mineral, terutama kandungan tinggi zat besi, seng, dan kalsium. Kemudian olah raga yang cukup dan rutin, serta menggunakan masker jika berkendaraan dan berada di jalan raya.
 
Diakuinya, pencegahan secara umum dapat dilakukan oleh semua pihak, yaitu dengan penghijauan di sepanjang jalan raya. Pepohonan akan menghisap racun yang mengotori udara dan menukarnya dengan oksigen. Selain itu, dia berpesan pada masyarakat supaya menggunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. "Atau batasilah penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak yang tidak jauh," katanya. (spn)
 
 
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -