PLN - Apindo Bahas Pemadaman Bergilir



KARAWANG, RAKA - PT. PLN APJ Karawang temu pelanggan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cabang Karawang, Rabu (2/7) sore di Graha KIIC Karawang. Selain membahas kondisi suplay listrik mereka juga mengeluhkan penyuplayan listrik saat ini yang sering padam dan dinilai mengganggu produksi perusahaan.

Keluhan yang dilontarkan pelanggan besar diatas 200 kVa itu dibahas bersama Ketua Apindo Jabar Dedi Wijaya, Apindo Karawang Sujianto, Manajer APJ Ir. Mimin Insani SE, Manajer Bidang Niaga PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten Denny Pranoto dan Pengelola Kawasan KIIC, Sani Iskandar. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan yang berada di kawasan KIIC Karawang meminta ketegasan pada PLN mengenai jadwal pemadaman bergilir. Sedangan PLN menjawab, hal tersebut merupakan persoalan nasioanl, karena saat ini PLN sedang mengalami devisit daya listrik akibat kondisi pembangkit tenaga listrik nasional.

Kata Denny, pihaknya sudah bentuk jadwal pemadaman bergilir untuk kawasan perusahaan industri di beberapa daerah termasuk Karawang. "Situasi ini yang harus kita sikapi karena lorongnya (krisis listrik PLN, red) masih panjang, mudah-mudahan pada tahun 2009 listrik bisa kembali normal," jelasnya.

Dijelaskan Danny, kondisi tahun 2008 setelah kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan lalu, industri cenderung mengalihkan dari ‘captive power’ (pembangkit sendiri milik industri) ke pembangkit PLN. Selain itu belum ada kesadaran menghindari pada konsumsi energi listrik yang boros di masyarakat, pertumbuhan suplai pembangkit tidak mengimbangi pertumbuhan permintaan konsumen, bahkan beberapa unit pembangkit mengalami gangguan termasuk investasi PLN yang terbatas.

Jumlah pelanggan se-Jabar Banten saat ini sekitar 7,9 juta. Data pelanggan semakin naik sementara pembangkit tidak bertambah, pembakit yang dimiliki hanya itu-itu yang hingga kini di rawat baik-baik. Pertumbuhan kelistrikan Jawa Barat, konsumsi energi listriknya sekitar 6,86 persen, sedangkan permintaan sambungan baru konsumen Industri yang belum dilayani sekitar 326 MW.

Sementara, langkah meminimalkan pemadaman yaitu mengatasi pertumbuhan konsumsi energi listrik dengan melakukan dua cara, yaitu cara konsumen dan pembangkit. Dari sisi konsumen diantaranya penghematan pemakaian listrik konsumen, pengaturan kembali pola pemakaian listrik, penggunaan peralatan rumah tangga yang hemat energi, penertiban pemakaian ilegal dan mengaudit energi listrik pelanggan besar. Sedangkan dari sisi pembangkit, diversifikasi sumber energi primer pembangkit, optimalisasi pola operasi pembangkitan pengembangan sumber energi.

Perusahaan yang hadir pada temu wicara ini diantaranya, perusahaan PT. ABC President Enterprises Indonesia, PT. Bhineka Karya Manunggal, PT. Bridgestone Tire Indonesia, PT. Ceres Meiji Indotama, PT. Chiyoda Integre Indonesia, PT. Dai-Chi Kimia Raya, PT. Esa Kertas Nusantara, PT. Freya Abadi Indotama, PT. Gemilang Jaya Makmur Pratama, PT. Industri Sadang Nusantara, PT. Keramika Indonesia Asosiasi Tbk, PT. Kyokuni Technologies, PT. Minda Asean Automotive.

Kemudian, PT. Mitra Karawang Jaya, PT. Monokem Surya, PT. Nikawa Textile Industry, PT. Onamba Indonesia, PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills, PT. Plasindo Lestari, PT. Polychem Indonesia, PT. Polysindo Eka Prakasa, PT. Satonas Utama, PT. Suncall Indonesia, PT. Suryacipta Swadaya, PT. Toyo Besq Precision Part Indonesia, PT. Toyobo Kniting Indonesia, PT. World Yamatex Spinning Mills, PT. Yamaha Motor Part Mfg Indonesia, PT. Yamatogomu Indonesia, PT, Samaro Indonesia dan PT. Dunlop. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews - Berdiri Sejak Tahun 2008
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -